Kebiasaan yang bikin Impotensi

Dalam istilah medis, kondisi ini lebih dikenal sebagai disfungsi ereksi

Kebiasaan yang Bikin Impotensi: Apa Saja yang Perlu Dihindari?

Istilah impotensi masih sering digunakan untuk menggambarkan masalah ereksi. Dalam istilah medis, kondisi ini lebih dikenal sebagai disfungsi ereksi (DE), yaitu kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk aktivitas seksual.

Masalah ereksi tidak selalu disebabkan oleh satu faktor. Kondisi kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung dan pembuluh darah, obesitas, gangguan hormon, masalah saraf, faktor psikologis, obat-obatan tertentu, serta beberapa kebiasaan sehari-hari dapat berperan.

Karena itu, daripada mengatakan suatu kebiasaan “pasti menyebabkan impotensi”, lebih tepat mengatakan bahwa kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko atau memperburuk disfungsi ereksi.

Berikut beberapa kebiasaan yang perlu diperhatikan.


1. Merokok

Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang paling penting untuk diperhatikan dalam kaitannya dengan kesehatan ereksi.

Ereksi membutuhkan aliran darah yang baik ke penis. Sementara itu, penggunaan tembakau berkaitan dengan penyakit pembuluh darah yang dapat mengganggu aliran darah dan meningkatkan risiko disfungsi ereksi.

Karena itu, berhenti merokok bukan hanya bermanfaat bagi paru-paru dan jantung, tetapi juga merupakan salah satu langkah untuk menjaga kesehatan seksual.

Jika Anda merokok dan mengalami masalah ereksi, berhenti merokok dapat menjadi salah satu perubahan gaya hidup yang penting.


2. Terlalu banyak minum alkohol

Konsumsi alkohol berlebihan dapat mengganggu fungsi seksual. Penggunaan alkohol dalam jangka panjang atau berlebihan juga dapat berkontribusi terhadap berbagai masalah kesehatan yang pada akhirnya dapat memperburuk disfungsi ereksi.

Bukan berarti setiap orang yang minum alkohol pasti mengalami impotensi. Risikonya dipengaruhi oleh jumlah, pola konsumsi, kondisi kesehatan, dan faktor lainnya.

Jika Anda mengalami masalah ereksi, membatasi atau menghindari alkohol merupakan langkah yang masuk akal.


3. Jarang berolahraga

Kurangnya aktivitas fisik dapat berkontribusi terhadap berbagai kondisi yang berkaitan dengan disfungsi ereksi.

Aktivitas fisik membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, membantu pengendalian berat badan, serta dapat membantu mengurangi stres. NIDDK memasukkan kurangnya aktivitas fisik sebagai salah satu perilaku yang dapat berkontribusi terhadap disfungsi ereksi.

Anda tidak harus langsung melakukan olahraga berat.

Aktivitas sederhana seperti:

  • berjalan kaki;
  • bersepeda;
  • berenang;
  • jogging;
  • atau olahraga aerobik lainnya

dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih aktif.

NIDDK menyebutkan bahwa pedoman aktivitas fisik untuk orang dewasa merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas intensitas sedang per minggu, meskipun kebutuhan setiap orang dapat berbeda.


4. Pola makan yang kurang sehat

Pola makan tidak secara sederhana dapat disebut sebagai “penyebab langsung impotensi”. Namun, pola makan yang meningkatkan risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan gangguan metabolisme dapat ikut meningkatkan risiko disfungsi ereksi.

NIDDK menyatakan bahwa pola makan sehat dapat membantu menurunkan risiko disfungsi ereksi atau memperbaiki gejalanya.

Sebaliknya, sebaiknya batasi konsumsi berlebihan:

  • makanan tinggi lemak jenuh;
  • makanan yang sangat digoreng;
  • makanan tinggi gula tambahan;
  • makanan ultra-proses;
  • karbohidrat olahan dalam jumlah berlebihan;
  • dan minuman beralkohol.

Pola makan yang lebih banyak mengandung makanan bergizi, sayuran, buah, biji-bijian, dan sumber protein yang baik lebih mendukung kesehatan secara keseluruhan.


5. Membiarkan berat badan terus meningkat

Kelebihan berat badan dan obesitas berkaitan dengan peningkatan risiko masalah fungsi seksual, termasuk disfungsi ereksi.

Obesitas juga berkaitan dengan kondisi lain seperti diabetes dan tekanan darah tinggi yang dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah.

Karena itu, menjaga berat badan dalam rentang yang sehat merupakan bagian dari menjaga kesehatan ereksi.

Tidak perlu mengejar penurunan berat badan secara ekstrem. Perubahan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik secara bertahap biasanya lebih realistis untuk dipertahankan.


6. Terlalu sering mengalami stres

Stres tidak hanya memengaruhi pikiran. Kondisi psikologis juga dapat memengaruhi respons seksual.

Kecemasan, depresi, stres, rasa percaya diri yang rendah, dan masalah hubungan dapat menyebabkan atau memperburuk disfungsi ereksi.

Misalnya, seseorang mengalami kesulitan ereksi satu kali. Kemudian ia menjadi takut masalah tersebut terulang pada hubungan berikutnya.

Kecemasan tersebut justru dapat membuat masalah ereksi semakin sulit diatasi.

Karena itu, kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan seksual.


7. Kurang memperhatikan kualitas tidur

Gangguan tidur juga dapat berhubungan dengan masalah ereksi. Mayo Clinic memasukkan kondisi tidur sebagai salah satu faktor yang dapat berhubungan dengan disfungsi ereksi.

Jika Anda sering mengalami:

  • sulit tidur;
  • tidur tidak berkualitas;
  • sering terbangun;
  • atau merasa sangat mengantuk pada siang hari,

jangan hanya menganggapnya sebagai masalah sepele, terutama jika disertai keluhan seksual atau kesehatan lainnya.

Bila gangguan tidur berlangsung terus-menerus, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.


8. Menggunakan obat atau zat tertentu tanpa pengawasan

Tidak semua masalah ereksi disebabkan oleh gaya hidup.

Beberapa obat juga dapat memiliki efek samping yang memengaruhi fungsi seksual. NIDDK mencantumkan sejumlah obat yang dapat berhubungan dengan disfungsi ereksi, termasuk beberapa obat tekanan darah, antidepresan, antihistamin, obat penenang, dan obat tertentu lainnya.

Karena itu, jangan menghentikan obat resep sendiri hanya karena menduga obat tersebut menyebabkan gangguan ereksi.

Sampaikan keluhan kepada dokter. Dokter dapat menilai apakah obat tersebut memang berperan dan apakah diperlukan penyesuaian.


9. Menggunakan narkoba atau zat terlarang

Penggunaan narkoba atau zat terlarang dapat mengganggu fungsi seksual dan kesehatan secara keseluruhan. NIDDK dan Mayo Clinic memasukkan penggunaan obat terlarang sebagai salah satu faktor yang dapat berkontribusi terhadap disfungsi ereksi.

Jika penggunaan zat sudah menjadi kebiasaan, mencari bantuan profesional lebih baik daripada mencoba mengatasinya sendiri.


10. Mengabaikan penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi

Ini merupakan bagian yang sangat penting.

Terkadang seseorang menganggap masalah ereksi hanya sebagai persoalan seksual, padahal gangguan ereksi dapat berkaitan dengan masalah kesehatan yang mendasarinya.

Diabetes, penyakit jantung dan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, obesitas, gangguan hormon, serta masalah saraf termasuk kondisi yang dapat berhubungan dengan disfungsi ereksi.

Pada penderita diabetes, misalnya, gangguan pembuluh darah, saraf, hormon, dan kesehatan emosional dapat ikut memengaruhi fungsi seksual.

Karena itu, menjaga tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan kondisi kesehatan lainnya tetap terkontrol merupakan bagian dari menjaga kesehatan seksual.


Apakah masturbasi menyebabkan impotensi?

Tidak tepat mengatakan bahwa masturbasi secara otomatis menyebabkan impotensi.

Masturbasi dan disfungsi ereksi merupakan dua hal yang berbeda. Jika seseorang mengalami masalah ereksi yang menetap, penyebabnya perlu dilihat secara keseluruhan, termasuk kesehatan pembuluh darah, diabetes, obat-obatan, kondisi psikologis, hormon, gaya hidup, dan faktor lainnya.

Jadi, artikel kesehatan sebaiknya tidak menakut-nakuti pembaca dengan klaim bahwa masturbasi pasti membuat pria impotensi.


Apakah usia pasti menyebabkan impotensi?

Tidak.

Risiko disfungsi ereksi memang dapat meningkat seiring bertambahnya usia, tetapi disfungsi ereksi bukan bagian normal yang pasti terjadi pada setiap pria yang semakin tua.

Kondisi kesehatan, obat-obatan, gaya hidup, dan faktor psikologis juga mempunyai peran.


Bagaimana cara mengurangi risiko disfungsi ereksi?

Tidak semua penyebab disfungsi ereksi dapat dicegah. Namun, beberapa kebiasaan sehat dapat membantu menjaga kesehatan seksual.

Yang dapat dilakukan antara lain:

Berhenti merokok

Berhenti merokok merupakan salah satu langkah penting untuk kesehatan pembuluh darah dan kesehatan secara keseluruhan.

Aktif bergerak

Lakukan aktivitas fisik secara rutin sesuai kemampuan.

Jaga berat badan

Jika memiliki kelebihan berat badan, penurunan berat badan secara bertahap dapat membantu kesehatan metabolik dan seksual.

Terapkan pola makan sehat

Utamakan makanan bergizi dan batasi makanan tinggi lemak jenuh, gula tambahan, serta makanan ultra-proses secara berlebihan.

Batasi alkohol

Jika minum alkohol, batasi konsumsinya. Jika Anda tidak minum, tidak perlu mulai minum demi kesehatan seksual.

Kelola stres

Teknik relaksasi, aktivitas fisik, tidur yang cukup, dan dukungan profesional bila diperlukan dapat membantu mengelola stres.

Periksakan kondisi kesehatan

Jika memiliki diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau penyakit lain, ikuti pengobatan dan pemeriksaan yang dianjurkan dokter.


Kapan masalah ereksi perlu diperiksakan?

Tidak perlu panik jika sesekali mengalami kesulitan ereksi. Kondisi tersebut dapat terjadi karena kelelahan, stres, kecemasan, atau faktor sementara lainnya.

Namun, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter apabila:

  • masalah ereksi terjadi berulang;
  • sulit mendapatkan atau mempertahankan ereksi;
  • masalah semakin sering terjadi;
  • terdapat penurunan gairah seksual yang tidak biasa;
  • memiliki diabetes atau penyakit jantung;
  • sedang menggunakan obat tertentu dan masalah muncul setelahnya;
  • atau masalah tersebut menimbulkan tekanan dalam hubungan.

Disfungsi ereksi dapat menjadi tanda dari masalah kesehatan lain sehingga penyebabnya sebaiknya tidak diabaikan.


Jangan sembarangan membeli “obat kuat”

Ketika mengalami masalah ereksi, seseorang mungkin tergoda membeli produk yang menjanjikan hasil cepat.

Sebaiknya berhati-hati terhadap produk yang menjanjikan “pasti kuat”, “sembuh total”, atau “100% aman” tanpa bukti yang dapat dipercaya.

Mayo Clinic juga memperingatkan bahwa sebagian produk yang dipasarkan sebagai peningkat seksual atau “herbal Viagra” dapat mengandung bahan yang tidak tercantum pada kemasan dan dapat berinteraksi dengan obat tertentu.

Jika mengalami disfungsi ereksi, langkah yang lebih aman adalah mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu.


Kesimpulan

Ada beberapa kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko atau memperburuk disfungsi ereksi, antara lain:

  1. merokok;
  2. konsumsi alkohol berlebihan;
  3. kurang aktivitas fisik;
  4. pola makan yang kurang sehat;
  5. berat badan berlebih;
  6. stres dan kecemasan yang tidak tertangani;
  7. kualitas tidur yang buruk;
  8. penggunaan zat terlarang;
  9. mengabaikan penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi; serta
  10. penggunaan obat atau suplemen tertentu tanpa pengawasan yang tepat.

Namun, tidak berarti setiap pria yang melakukan kebiasaan tersebut pasti akan mengalami impotensi. Disfungsi ereksi merupakan kondisi yang memiliki banyak kemungkinan penyebab.

Jika masalah ereksi terjadi berulang, jangan hanya mencari produk untuk meningkatkan performa seksual. Pemeriksaan medis dapat membantu menemukan penyebab yang sebenarnya dan menentukan penanganan yang sesuai.

Catatan medis: Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan diagnosis atau konsultasi dengan dokter. Jangan menghentikan obat resep atau melakukan perubahan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Postingan populer dari blog ini

Jual Hajar Jahanam di Mataram

Efek Samping Hajar Jahanam

Ejakulasi Dini: Penyebab, Cara Mengatasinya, dan Kapan Perlu ke Dokter